Pelangi menampakkan diri
Titisan hujan yang kian beransur pergi
Dibawa awan mendung nan hitam
Indahnya kejadian ciptaan ilahi
Begitu cantik
Begitu indah
Gerimis yang hilang
Menafsirkan gelora hati sang gadis
Betapa badai yang dilaluinya tak terperi pedihnya
Meragut senyuman pada wajah remajanya
Menghitung puing-puing duka detik demi detik
Tsunami jiwanya tak terduga
Berlaku dalam pantasnya putaran minit
Peritnya sukar terkata
Melihat wajah yang dulunya ceria
Kini cengkung ibarat hidup tapi tidak bernyawa
Sisi hidupnya yang dulunya lembut pekertinya
Seolah-olah hilang diragut nan derita batinnya
Seleranya yang dahulunya besar
Kini derita oleh susu prnguat tubuh
Suaranya yang dahulunya lunak mengatur bicara
Kini terkelu oleh bahasa yang penuh misteri
Hari demi hari yang kau lalui
Bagaikan habuan telinga ini keluhanmu
Perih yang tak terungkap dengan kata-kata
Jiwa ini hanya mampu menyalurkan kekuatan
Tekadang hati ini seakan menangis
Melalui detik-detik penuh derita
Hinggalah sabtu menjengah tiba
Membawa berita penuh duka
Detik yang menjadi bukti berakhirnya nafasmu di dunia fana
Deritamu kini berlalu pergi
Ketenangan kini membaluti jasadmu
Kerna akhirnya sang gadis mampu tersenyum
Redha dengan pemergianmu
Kerna itu janji ilahi
Setelah kesusahan itu adanya kesenangan
Membuktikan hikmah-Nya yang tersembunyi
TRIBUTE ARWAH AYAH
HUSAIN BIN CHE OTHMAN
1946-2017